Internet
merupakan kependekan dari inteconnected
networking atau international
networking, yaitu kumpulan yang sangat luas dari jaringan komputer besar
dan kecil yang saling berhubungan dengan menggunakan jaringan komunikasi yang
ada di seluruh dunia.[1]
Internet
merupakan gabungan dari beberapa network dengan
tata cara yang universal. Sedangkan, Intranet merupakan pemanfaatan internet
dalam LAN untuk menghubungkan orang-orang dalam satu perusahaan atau organisasi
tanpa berhubungan dengan dunia luar. Intranet suatu organisasi apabila ingin
digabungkan dengan jaringan internet, maka perlu dipisahkan antara bagian yang
boleh dan tidak boleh diakses secara umum. Untuk pemisah tersebut perlu
menggunakan sistem keamanan yang handal dan selalu diperbarui. Selain itu,
untuk sistem keamanan dapat juga dilakukan pemisah secara fisik ( hardware ) sehingga tidak mungkin
ditembus para hacker dari luar.
World Wide Web (www) adalah bagian dari internet. Untuk memahami bagaimana mereka berhubungan satu sama lain, perlu diuji dahulu bagaimana mereka terbentuk.
World Wide Web (www) adalah bagian dari internet. Untuk memahami bagaimana mereka berhubungan satu sama lain, perlu diuji dahulu bagaimana mereka terbentuk.
Pada
akhir 1950-an dan awal 1960-an, komputer berukuran besar, mahal dan jarang itu
muncul. Cara mereka bekerja dan menyimpan data tidaklah terstandardisasi dan
mereka tidak bisa berkomunikasi satu sama lain. Jika seorang peneliti di New
York ingin menjalankan program tertentu pada sebuah komputer di California, ia
harus pergi ke California. Sebuah tugas yang hanya perlu waktu dalam hitungan
jam jika komputer bisa berkomunikasi secara langsung. Tetapi pada saat itu,
komputer belum bisa berkomunikasi secara langsung sehingga membutuhkan waktu
berminggu-minggu untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Pada
1962, dengan meningkatnya perang dingin antara Amerika Serikat (AS) dan Uni
Soviet, AS mengadakan beberapa riset dan memerlukan berbagai fasilitas negara
yang menggunakan komputer. Pada saat itu, perbedaan komputer membuat riset menjadi lambat, dan ada
ketakutan bahwa perang atom bisa terjadi tiba-tiba dan menghancurkan negeri
itu. Para pimpinan pemerintah ingin mempercepat riset dengan menghubungkan laboraturium
sehingga mereka bisa berbagi informasi, dan mereka juga ingin membangun sebuah
sistem andal yang masih bisa berfungsi selama perang ketika sistem komunikasi
diserang / rusak.
Pada
Agustus 1962, J.C.R. Licklider dari Massachusetts Institute of Technology (MIT)
menulis serangkaian memo dimana ia menguraikan konsepnya tentang, “ Jaringan
Galaktika “, dimana serangkaian komputer yang saling terkoneksi secara global
dapat dengan cepat mengakses program dan data satu sama lain. Licklider adalah
pimpinan pertama untuk sebuah lembaga pemerintah bernama Advance Research Projects Agency, atau ARPA yang kemudian ditambah
dengan Defense, sehingga dikenal sebagai DARPA.[2]
Pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk membangun sebuah jaringan untuk
menghubungkan komputer-komputer dan mereka menginginkan sebuah sistem
terdesentralisasi yang andal, yang tidak bisa dihancurkan dengan mudah.
Pada
1961, Leonard Kleinrock, juga dari MIT menerbitkan sebuah makalah tentang packet
switching, yang bersama dengan karya Bob Kahn dan Vent Cerf, menyajikan sebuah
metode untuk memenuhi visi Licklider dan kebutuhan militer akan sistem
terdesentralisasi yang andal. ARPA menggunakan metode ini untuk menciptakan
sebuah jaringan komputer bernama APRANET.
Pada awal 1970-an, Bob Kahn dan Vent Cerf memperbaiki metode APRANET yang kemudian dinamakan TCP/IP ( Transmission Control Protocol / Internet Protocol ). Dengan menggunakan metode ini, pesan-pesan akan sampai dengan akurat bahkan sekalipun sebagian besar dari jaringan rusak dan sebagian dari paket hilang atau rusak.
Pada awalnya, APRANET mengizinkan orang-orang untuk bertukar data dan menjalankan program pada komputer dari lokasi yang jauh dinegeri AS. Dua aplikasi yang populer adalah File Transfer Protocol (FTP), yang mengizinkan pengguna untuk memindahkan file antar komputer, dan Talnet yang mengizinkan seorang pengguna untuk log in ke sebuah komputer remote seolah-olah ia berada di fasilitas itu.
Pada 1972, APRANET dipertunjukan didepan publik dengan satu aplikasi baru, electronic mail, yang mengubah jaringan ke dalam sesuatu yang bisa digunakan oleh orang-orang untuk berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Sejak itu bagian penting dari internet pun di tambahkan.
Pada
1980, militer mengadopsi TCP/IP sebagai standar komunikasinya dengan penggunaan
sirkuit transmisi dianggap efisien dan andal ketika bagian bagian dari sistem
gagal.
Internet sangat banyak manfaatnya bagi para penggunanya. Baik secara individu maupun bagi sekelompok orang maupun instansi. Kegunaannya sangat luas, baik untuk pekerjaan, hiburan maupun sebagai ajang untuk mencari informasi maupun memperluas jaringan pertemanan. Quarterman dan Mitchell membagi kegunaan internet dalam empat kategori, seperti berikut :
a.
Internet sebagai media komunikasi, merupakan
fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet
dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia
b.
Media pertukaran data, dengan
menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web
– jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat
saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
c.
Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat,
menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
d.
Fungsi komunitas, internet
membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari
seluruh dunia. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi,
mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya.
Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet
sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).[3]
Pengaruh
internet terhadap perkembangan remaja dapat dilihat lewat empat parameter
yakni, perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan emosional, dan
perkembangan sosial.
a.
Perkembangan Fisik
Seorang
remaja pada masanya mengalami perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas
sensoris dan keterampilan motorik. Perubahan-perubahan itu merupakan peralihan
dari fisik anak-anak menuju fisik orang dewasa. Fisik seorang remaja bergerak
menuju kematangan. Tanda paling mencolok dari perkembangan fisik remaja adalah
perkembangan alat-alat genital, baik yang primer dan sekunder. Dalam hal ini
internet dapat merangsang pertumbuhan fisik remaja. Situs-situs vulgar, cybersex
yang berisi materi-materi yang berbahaya secara tidak langsung merangsang
pertumbuhan dan perkembangan seksualitas seorang remaja. Dalam hal ini peran
orang tua sangat penting untuk memberi pemahaman terhadap perkembangan
seksualitas remaja.
Meskipun
demikian, kecanduan internet juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan
fisik seorang remaja bahkan dapat mengganggu perkembngan fisiknya.
Dampak-dampak buruk itu antara lain; 1) Makan menjadi tidak teratur; 2) Tidur
menjadi tidak teratur; 3) Kelelahan fisik.
b.
Perkembangan Kognitif
Para remaja sangat aktif membangun dunia kognitifnya. Mereka sudah
mempunyai pola pikir sendiri alam menanggapi masalah, memilah-milah dan
mengorganisir ide-ide dan menciptakan ide baru. Kemampuan remaja dalam belajar,
memori, menalar, berpikir dan bahasa sangat berkembang sehingga mereka dapat
berpikir secara abstrak atau tentang sesuatu yang abstrak. Remaja mampu
berspekulasi. Mereka mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan
mempertimbangkan banyak alternatif pemikiran yang lain sehingga seringkali mereka
mengalami konflik pemahaman.
Internet dapat menjadi salah satu sarana remaja memperoleh informasi serta
jawaban-jawaban dari masalah yang dihadapi. Internet dapat memperluas wawasan
berpikir remaja. Akan tetapi, apabila seorang remaja kecanduan internet, ia
menjadi terikat pada internet. Internet lalu dijadikan satu-satunya sumber
kebenaran. Seorang remaja tidak lagi mampu membedakan hal-hal mana yang nyata
dan hal-hal mana yang maya. Baginya yang maya juga nyata. Remaja menjadi
kehilangan pola pikirnya sendiri. Pola pikirnya sangat dipengaruhi pola pikir
yang ada dalam internet.
c.
Perkembangan Emosional
Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak bagi remaja. Ketegangan emosi
meninggi karena adanya perubahan fisik dan kelanjar, pencarian identitas diri,
serta konflik-konflik sosial. Selain itu, remaja sangat rentan terhadap
pendapat orang lain tentang dirinya. Remaja sangat memperhatikan dirinya
sendiri. Dalam diri remaja juga mulai timbul rasa cinta dan kasih sayang
terhadap orang lain, khususnya lawan jenis.
Internet dapat membantu perkembangan emosi seorang remaja. Remaja dapat
melampiaskan segala perasaan yang ada dalam dirinya dengan berbagai cara
seperti lewat situs jejaring sosial, Facebook atau Twitter.
Remaja dapat menampilkan diri sesuai yang ia inginkan dalam internet. Akan
tetapi, kecanduan internet dapat mengganggu perkembangan emosi remaja.
Kecanduan internet dapat mengakibatkan gangguan mental seperti; 1) Online
Intermittent Explosive Disorder (OIED), gangguan kepribadian berupa emosi
yang meledak-ledak saat online; 2) Low Forum Frustration Tolerance (LFFT),
mencari-cari kepuasan segera atau penghindaran dari rasa sakit dengan segera;
3) Munchausen Syndrom, membuat kebohongan, menirukan, menambah buruk
suatu keadaan, atau mempengaruhi diri sendiri agar sakit dengan tujuan
diperlakukan seperti orang sakit; 4) Online Obsessive-Compulsive Personality
Disorder (OOCPD), gangguan kepribadian yang tergoda untuk memaksa orang
lain pada saat online khususnya masalah bahasa; 5) Low Cyber Self-Esteem
(LCSE) atau penghargaan terhadap diri sendiri yang rendah; dan 6) Internet
Asperger’s Syndrome, hilangnya semua aturan sosial dan empati pada diri
seseorang, disebabkan tanpa alasan selain hanya secara kebetulan berhadapan
dengan sebuah benda mati; berkomunikasi via papan tombol dan monitor pada suatu
waktu.
d.
Perkembangan Sosial
Pada masa remaja, seorang remaja mulai melepaskan diri dari orang tua.
Mereka mulai menyesuaikan diri dengan lawan jenis. Kelompok teman sebaya sangat
berpengaruh dalam pergaulan remaja.
Internet dapat membantu remaja dalam bersosialisasi. Internet memudahkan
remaja menjalin relasi dengan teman ataupun lawan jenis. Jarak dan waktu tidak
lagi menjadi halangan dalam hal komunikasi. Akan tetapi, sebuah penelitian
menggungkapkan bahwa seorang remaja yang kecanduan internet cenderung mengalami
penurunan keinginan untuk berkomunikasi secara langsung, tatap muka, khususnya
dengan keluarga. Lebih dari itu, sebenarnya internet telah membatasi pergaulan
seorang remaja. Remaja yang kecanduan internet hanya bisa berelasi dengan
mereka yang juga mampu mengakses internet. Remaja lalu sangat selektif dalam
memilih teman. Relasi remaja yang sebenarnya sangat luas dipersempit.
Selain
manfaat yang bisa dipetik dari penggunaan internet, ternyata internet juga
memiliki dampak yang tidak dapat dihindarkan baik dampak positif maupun dampak
negatif.
Beberapa
dampak positif penggunaan internet bagi remaja adalah sebagai berikut :
a.
Untuk Pendidikan
Membantu
para remaja, khususnya pelajar dalam hal pendidikan. Internet memudahkan para
pelajar untuk menemukan hal-hal penting yang berkaitan dengan edukasi. Dari
internet, mereka dapat :
·
Memperoleh berbagai informasi tentang pendidikan.
·
Menambah refeerensi buku yang dapat diperoleh secara
gratis dan praktis melalui internet.
·
Melakukan kegiatan pendidikan tanpa harus bertatap
muka dengan pengajar (berkomunikasi dengan guru/tentor melalui media internet).
b.
Informasi Umum
Selain
memberika berbagai informasi yang berkaitan dengan pendidikan, internet juga
menyediakan informasi lain yang bersifat umu. Sebagai contoh, situs penyedia
informasi berupa berita dari seluruh dunia. Saat ini, situs yang sedang populer
dalam menyediakan berita-berita adalah Yahoo!, Kapanlagi.com, detik.com, dan
masih banyak yang lainnya. Informasi yang diberikan juga beragam, mulai dari
berita dunia, selebriti maupun tips-tips yang berguna bagi remaja.
Adanya
manfaat ini akan memudahkan para remaja untuk memperluas wawasan dan kegiatan
membaca berita melalui internet dapat dilakukan dengan lebih praktis. Melalui
berbagai media, situs berita bisa diakses dengan lebih cepat dan dapat
dilakukan dimana pun selama adanya jaringan internet.
c.
Komunikasi
Di era yang
sangat modern seperti saaat ini, internet merupakan hal yang sangat esensial
bagi semua orang yang membutuhkannya, tanpa terkecuali bagi remaja. Sebagaimana
fungsi utama internet adalah sebagai media komunikasi, internet memberikan
dampak posistif yang sangat besar bagi remaja.
Internet
membuat jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam menjalani interaksi
sosial. Sehingga remaja dapat bersosialisasi dengan rekan dan menjalin
pertemanan, baik dalam skala lokal hingga internasional.
d.
Hiburan
Internet
juga menyediakan berbagai hiburan bagi
remaja, seperti musik, game online, video, film yang bisa didownload secara
bebas atau dinikmati secara online.
Beberapa
situs dan website yang dapat digunakan sebagai sarana hiburan bagi para remaja
adalah youtube, keepvid, 4shared, dan lainnya.
Kejenuhan
dan rasa stres dengan memanfaatkan internet yang menyediakan bermacam-macam
hiburan untuk memuaskan para remaja.
e.
Penyaluran Aspirasi
Berbagai
situs internet menyediakan fasilitas penyalur aspirasi. Diantaranya adalah
blogger.com, wordpress.com, tumblr.com, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dengan demikian, para remaja yang masih kesulitan dalam menyalurkan aspirasinya
dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
Selain
dampak positif, penggunaan internet juga memiliki dampak negatif yang tidak
kalah banyak dengan dampak positifnya.
Berikut adalah beberapa dampak negatif penggunaan internet bagi remaja :
Berikut adalah beberapa dampak negatif penggunaan internet bagi remaja :
a. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan
lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
b. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola remaja
dalam berinteraksi.
c. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan
juga ikut berkembang).
d. Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan
dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.
e. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan (yang dapat dibuka
oleh siapapun tanpa ada pembatasnya) yang bisa mengakibatkan dorongan kepada
seseorang untuk meniru bertindak kriminal.
f. Penipuan
juga banyak terjadi melalui jaringan internet ini. Banyak cara yang dilakukan
oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungannya
sendiri dengan merugikan orang atau pihak lain. Termasuk pula penipuan dengan
penggunaan kartu kredit maupun kejahatan perbankan lainnya.
g. Meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak
perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Situs perjudian tidak
agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
h. Masalah hak cipta atau perlidungan hak cipta di internet juga merupakan
salah satu dampak penggunaan internet. Hal ini dapat terjadi karena mudahnya
seseorang membuka lalu memperbanyak suatu materi. Oleh karenanya hal ini perlu
memperoleh perhatian mengingat segala sesuatu dikomunikasikan dalam sebuah Bulletin
Board System (BBS) yang tunduk pada aturan perlindungan hak cipta, sifat
medium tersebut meskipun beroperasi secara virtual, namun hal tersebut
merupakan ekspresi dari ide seseorang yang kemudian difikasi dalam sebuah medium
yang berwujud (tangible medium) dan oleh karenanya berhak untuk
memperoleh perlindungan berkaitan dengan masalah ini ada beberapa contoh
aktivitas di Internet yang memiliki implikasi adanya perlindungan hak cipta.
i.
Dampak lainnya adalah pencemaran nama baik. Suatu
tindakan digolongkan sebagai “Defamation” adalah apabila mempublikasikan
materi/berita yang cenderung merugikan seseorang, profesionalisme atau merusak
reputasi bisnis seseorang atau sebuah perusahaan yang menyebabkan yang
bersangkutan dijauhi oleh lingkunganya. Hakikat dari “Defamation” itu adalah
perusakan terhadap reputasi atau privasi seseorang bukan disebabkan karena
berita itu tidak benar. Masalah defamation ini perlu memperoleh perhatian
karena intensitasnya akan lebih meningkat dan semakin canggih dengan
menggunakan media Internet.
Referensi Buku
Lantip Diat Prasojo dan Riyanto. 2011. Teknologi Informasi Pendidikan. Gava
Media : Yogyakarta.
John Preston, Sally Preston dan Robert
L. Ferrett. 2007. Komputer dan Masyarakat.
ANDI : Yogyakarta.
Tatminingsih. 2014. Dampak internet terhadap perkembangan
perilaku anak . 31 Maret 2014.
Viannggoro. 2010. Pengaruh Internet Terhadap Perkembangan
Remaja. 10 Juni 2010.
http:
// Kegunaan dan Dampak Internet Bagi
Pelajar . Gegen Kill - Academia.edu.htm.
Tracy
L. 1997. Sahabat Internet. ITB :
Bandung.
[1]
Lantip Diat Prasojo dan
Riyanto. 2011. Teknologi Informasi
Pendidikan. Gava Media : Yogyakarta. Hal 178.
[2] John Preston, Sally Preston dan
Robert L. Ferrett. 2007. Komputer dan Masyarakat. ANDI : Yogyakarta. Hal 35.
[3] Tatminingsih. 2014. Dampak
internet terhadap perkembangan perilaku anak . 31 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar