Laman

Senin, 29 Juni 2015

Artikel " PERKEMBANGAN INTERNET YANG MENIMBULKAN DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF BAGI REMAJA "

      Internet merupakan kependekan dari inteconnected networking atau international networking, yaitu kumpulan yang sangat luas dari jaringan komputer besar dan kecil yang saling berhubungan dengan menggunakan jaringan komunikasi yang ada di seluruh dunia.[1]
Internet merupakan gabungan dari beberapa network dengan tata cara yang universal. Sedangkan, Intranet merupakan pemanfaatan internet dalam LAN untuk menghubungkan orang-orang dalam satu perusahaan atau organisasi tanpa berhubungan dengan dunia luar. Intranet suatu organisasi apabila ingin digabungkan dengan jaringan internet, maka perlu dipisahkan antara bagian yang boleh dan tidak boleh diakses secara umum. Untuk pemisah tersebut perlu menggunakan sistem keamanan yang handal dan selalu diperbarui. Selain itu, untuk sistem keamanan dapat juga dilakukan pemisah secara fisik ( hardware ) sehingga tidak mungkin ditembus para hacker dari luar.


       World Wide Web (www) adalah bagian dari internet. Untuk memahami bagaimana mereka berhubungan satu sama lain, perlu diuji dahulu bagaimana mereka terbentuk.
Pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, komputer berukuran besar, mahal dan jarang itu muncul. Cara mereka bekerja dan menyimpan data tidaklah terstandardisasi dan mereka tidak bisa berkomunikasi satu sama lain. Jika seorang peneliti di New York ingin menjalankan program tertentu pada sebuah komputer di California, ia harus pergi ke California. Sebuah tugas yang hanya perlu waktu dalam hitungan jam jika komputer bisa berkomunikasi secara langsung. Tetapi pada saat itu, komputer belum bisa berkomunikasi secara langsung sehingga membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikan tugas tersebut.
      Pada 1962, dengan meningkatnya perang dingin antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet, AS mengadakan beberapa riset dan memerlukan berbagai fasilitas negara yang menggunakan komputer. Pada saat itu, perbedaan komputer  membuat riset menjadi lambat, dan ada ketakutan bahwa perang atom bisa terjadi tiba-tiba dan menghancurkan negeri itu. Para pimpinan pemerintah ingin mempercepat riset dengan menghubungkan laboraturium sehingga mereka bisa berbagi informasi, dan mereka juga ingin membangun sebuah sistem andal yang masih bisa berfungsi selama perang ketika sistem komunikasi diserang / rusak.
      Pada Agustus 1962, J.C.R. Licklider dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menulis serangkaian memo dimana ia menguraikan konsepnya tentang, “ Jaringan Galaktika “, dimana serangkaian komputer yang saling terkoneksi secara global dapat dengan cepat mengakses program dan data satu sama lain. Licklider adalah pimpinan pertama untuk sebuah lembaga pemerintah bernama Advance Research Projects Agency, atau ARPA yang kemudian ditambah dengan Defense, sehingga dikenal sebagai DARPA.[2] Pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk membangun sebuah jaringan untuk menghubungkan komputer-komputer dan mereka menginginkan sebuah sistem terdesentralisasi yang andal, yang tidak bisa dihancurkan dengan mudah.
    Pada 1961, Leonard Kleinrock, juga dari MIT menerbitkan sebuah makalah tentang packet switching, yang bersama dengan karya Bob Kahn dan Vent Cerf, menyajikan sebuah metode untuk memenuhi visi Licklider dan kebutuhan militer akan sistem terdesentralisasi yang andal. ARPA menggunakan metode ini untuk menciptakan sebuah jaringan komputer bernama APRANET.
      
     Pada awal 1970-an, Bob Kahn dan Vent Cerf memperbaiki metode APRANET yang kemudian dinamakan TCP/IP ( Transmission Control Protocol / Internet Protocol ). Dengan menggunakan metode ini, pesan-pesan akan sampai dengan akurat bahkan sekalipun sebagian besar dari jaringan rusak dan sebagian dari paket hilang atau rusak.

   Pada awalnya, APRANET mengizinkan orang-orang untuk bertukar data dan menjalankan program pada komputer dari lokasi yang jauh dinegeri AS. Dua aplikasi yang populer adalah File Transfer Protocol (FTP), yang mengizinkan pengguna untuk memindahkan file antar komputer, dan Talnet yang mengizinkan seorang pengguna untuk log in ke sebuah komputer remote seolah-olah ia berada di fasilitas itu.
    
    Pada 1972, APRANET dipertunjukan didepan publik dengan satu aplikasi baru, electronic mail, yang mengubah jaringan ke dalam sesuatu yang bisa digunakan oleh orang-orang untuk berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Sejak itu bagian penting dari internet pun di tambahkan.
Pada 1980, militer mengadopsi TCP/IP sebagai standar komunikasinya dengan penggunaan sirkuit transmisi dianggap efisien dan andal ketika bagian bagian dari sistem gagal.
    
   Internet sangat banyak manfaatnya bagi para penggunanya. Baik secara individu maupun bagi sekelompok orang maupun instansi. Kegunaannya sangat luas, baik untuk pekerjaan, hiburan maupun sebagai ajang untuk mencari informasi maupun memperluas jaringan pertemanan. Quarterman dan Mitchell membagi kegunaan internet dalam empat kategori, seperti berikut :
a.          Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia
b.          Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
c.          Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
d.          Fungsi komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya. Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).[3]
      Pengaruh internet terhadap perkembangan remaja dapat dilihat lewat empat parameter yakni, perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan emosional, dan perkembangan sosial.
a.         Perkembangan Fisik
Seorang remaja pada masanya mengalami perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris dan keterampilan motorik. Perubahan-perubahan itu merupakan peralihan dari fisik anak-anak menuju fisik orang dewasa. Fisik seorang remaja bergerak menuju kematangan. Tanda paling mencolok dari perkembangan fisik remaja adalah perkembangan alat-alat genital, baik yang primer dan sekunder. Dalam hal ini internet dapat merangsang pertumbuhan fisik remaja. Situs-situs vulgar, cybersex yang berisi materi-materi yang berbahaya secara tidak langsung merangsang pertumbuhan dan perkembangan seksualitas seorang remaja. Dalam hal ini peran orang tua sangat penting untuk memberi pemahaman terhadap perkembangan seksualitas remaja.
Meskipun demikian,  kecanduan internet juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik seorang remaja bahkan dapat mengganggu perkembngan fisiknya. Dampak-dampak buruk itu antara lain; 1) Makan menjadi tidak teratur; 2) Tidur menjadi tidak teratur; 3) Kelelahan fisik.
b.        Perkembangan Kognitif
Para remaja sangat aktif membangun dunia kognitifnya. Mereka sudah mempunyai pola pikir sendiri alam menanggapi masalah, memilah-milah dan mengorganisir ide-ide dan menciptakan ide baru. Kemampuan remaja dalam belajar, memori, menalar, berpikir dan bahasa sangat berkembang sehingga mereka dapat berpikir secara abstrak atau tentang sesuatu yang abstrak. Remaja mampu berspekulasi. Mereka mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangkan banyak alternatif pemikiran yang lain sehingga seringkali mereka mengalami konflik pemahaman.
Internet dapat menjadi salah satu sarana remaja memperoleh informasi serta jawaban-jawaban dari masalah yang dihadapi. Internet dapat memperluas wawasan berpikir remaja. Akan tetapi, apabila seorang remaja kecanduan internet, ia menjadi terikat pada internet. Internet lalu dijadikan satu-satunya sumber kebenaran. Seorang remaja tidak lagi mampu membedakan hal-hal mana yang nyata dan hal-hal mana yang maya. Baginya yang maya juga nyata. Remaja menjadi kehilangan pola pikirnya sendiri. Pola pikirnya sangat dipengaruhi pola pikir yang ada dalam internet.
c.         Perkembangan Emosional
Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak bagi remaja. Ketegangan emosi meninggi karena adanya perubahan fisik dan kelanjar, pencarian identitas diri, serta konflik-konflik sosial. Selain itu, remaja sangat rentan terhadap pendapat orang lain tentang dirinya. Remaja sangat memperhatikan dirinya sendiri. Dalam diri remaja juga mulai timbul rasa cinta dan kasih sayang terhadap orang lain, khususnya lawan jenis.
Internet dapat membantu perkembangan emosi seorang remaja. Remaja dapat melampiaskan segala perasaan yang ada dalam dirinya dengan berbagai cara seperti lewat situs jejaring sosial, Facebook atau Twitter. Remaja dapat menampilkan diri sesuai yang ia inginkan dalam internet. Akan tetapi,  kecanduan internet dapat mengganggu perkembangan emosi remaja. Kecanduan internet dapat mengakibatkan gangguan mental seperti; 1) Online Intermittent Explosive Disorder (OIED), gangguan kepribadian berupa emosi yang meledak-ledak saat online; 2) Low Forum Frustration Tolerance (LFFT), mencari-cari kepuasan segera atau penghindaran dari rasa sakit dengan segera; 3) Munchausen Syndrom, membuat kebohongan, menirukan, menambah buruk suatu keadaan, atau mempengaruhi diri sendiri agar sakit dengan tujuan diperlakukan seperti orang sakit; 4) Online Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OOCPD), gangguan kepribadian yang tergoda untuk memaksa orang lain pada saat online khususnya masalah bahasa; 5) Low Cyber Self-Esteem (LCSE) atau penghargaan terhadap diri sendiri yang rendah; dan 6) Internet Asperger’s Syndrome, hilangnya semua aturan sosial dan empati pada diri seseorang, disebabkan tanpa alasan selain hanya secara kebetulan berhadapan dengan sebuah benda mati; berkomunikasi via papan tombol dan monitor pada suatu waktu.
d.        Perkembangan Sosial
Pada masa remaja, seorang remaja mulai melepaskan diri dari orang tua. Mereka mulai menyesuaikan diri dengan lawan jenis. Kelompok teman sebaya sangat berpengaruh dalam pergaulan remaja.
Internet dapat membantu remaja dalam bersosialisasi. Internet memudahkan remaja menjalin relasi dengan teman ataupun lawan jenis. Jarak dan waktu tidak lagi menjadi halangan dalam hal komunikasi. Akan tetapi, sebuah penelitian menggungkapkan bahwa seorang remaja yang kecanduan internet cenderung mengalami penurunan keinginan untuk berkomunikasi secara langsung, tatap muka, khususnya dengan keluarga. Lebih dari itu, sebenarnya internet telah membatasi pergaulan seorang remaja. Remaja yang kecanduan internet hanya bisa berelasi dengan mereka yang juga mampu mengakses internet. Remaja lalu sangat selektif dalam memilih teman. Relasi remaja yang sebenarnya sangat luas dipersempit.
      Selain manfaat yang bisa dipetik dari penggunaan internet, ternyata internet juga memiliki dampak yang tidak dapat dihindarkan baik dampak positif maupun dampak negatif.
Beberapa dampak positif penggunaan internet bagi remaja adalah sebagai berikut :
a.         Untuk Pendidikan
Membantu para remaja, khususnya pelajar dalam hal pendidikan. Internet memudahkan para pelajar untuk menemukan hal-hal penting yang berkaitan dengan edukasi. Dari internet, mereka dapat :
·         Memperoleh berbagai informasi tentang pendidikan.
·         Menambah refeerensi buku yang dapat diperoleh secara gratis dan praktis melalui internet.
·         Melakukan kegiatan pendidikan tanpa harus bertatap muka dengan pengajar (berkomunikasi dengan guru/tentor melalui media internet).
b.         Informasi Umum
Selain memberika berbagai informasi yang berkaitan dengan pendidikan, internet juga menyediakan informasi lain yang bersifat umu. Sebagai contoh, situs penyedia informasi berupa berita dari seluruh dunia. Saat ini, situs yang sedang populer dalam menyediakan berita-berita adalah Yahoo!, Kapanlagi.com, detik.com, dan masih banyak yang lainnya. Informasi yang diberikan juga beragam, mulai dari berita dunia, selebriti maupun tips-tips yang berguna bagi remaja.
Adanya manfaat ini akan memudahkan para remaja untuk memperluas wawasan dan kegiatan membaca berita melalui internet dapat dilakukan dengan lebih praktis. Melalui berbagai media, situs berita bisa diakses dengan lebih cepat dan dapat dilakukan dimana pun selama adanya jaringan internet.
c.         Komunikasi
Di era yang sangat modern seperti saaat ini, internet merupakan hal yang sangat esensial bagi semua orang yang membutuhkannya, tanpa terkecuali bagi remaja. Sebagaimana fungsi utama internet adalah sebagai media komunikasi, internet memberikan dampak posistif yang sangat besar bagi remaja.
Internet membuat jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam menjalani interaksi sosial. Sehingga remaja dapat bersosialisasi dengan rekan dan menjalin pertemanan, baik dalam skala lokal hingga internasional.
d.        Hiburan
Internet juga menyediakan berbagai  hiburan bagi remaja, seperti musik, game online, video, film yang bisa didownload secara bebas atau dinikmati secara online.
Beberapa situs dan website yang dapat digunakan sebagai sarana hiburan bagi para remaja adalah youtube, keepvid, 4shared, dan lainnya.
Kejenuhan dan rasa stres dengan memanfaatkan internet yang menyediakan bermacam-macam hiburan untuk memuaskan para remaja.
e.         Penyaluran Aspirasi
Berbagai situs internet menyediakan fasilitas penyalur aspirasi. Diantaranya adalah blogger.com, wordpress.com, tumblr.com, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan demikian, para remaja yang masih kesulitan dalam menyalurkan aspirasinya dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
Selain dampak positif, penggunaan internet juga memiliki dampak negatif yang tidak kalah banyak dengan dampak positifnya. 

     Berikut adalah beberapa dampak negatif penggunaan internet bagi remaja :
a.       Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
b.      Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola remaja dalam berinteraksi.
c.       Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).
d.      Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.
e.       Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan (yang dapat dibuka oleh siapapun tanpa ada pembatasnya) yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk meniru bertindak kriminal.
f.       Penipuan juga banyak terjadi melalui jaringan internet ini. Banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungannya sendiri dengan merugikan orang atau pihak lain. Termasuk pula penipuan dengan penggunaan kartu kredit maupun kejahatan perbankan lainnya.
g.      Meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
h.      Masalah hak cipta atau perlidungan hak cipta di internet juga merupakan salah satu dampak penggunaan internet. Hal ini dapat terjadi karena mudahnya seseorang membuka lalu memperbanyak suatu materi. Oleh karenanya hal ini perlu memperoleh perhatian mengingat segala sesuatu dikomunikasikan dalam sebuah Bulletin Board System (BBS) yang tunduk pada aturan perlindungan hak cipta, sifat medium tersebut meskipun beroperasi secara virtual, namun hal tersebut merupakan ekspresi dari ide seseorang yang kemudian difikasi dalam sebuah medium yang berwujud (tangible medium) dan oleh karenanya berhak untuk memperoleh perlindungan berkaitan dengan masalah ini ada beberapa contoh aktivitas di Internet yang memiliki implikasi adanya perlindungan hak cipta.
i.        Dampak lainnya adalah pencemaran nama baik. Suatu tindakan digolongkan sebagai “Defamation” adalah apabila mempublikasikan materi/berita yang cenderung merugikan seseorang, profesionalisme atau merusak reputasi bisnis seseorang atau sebuah perusahaan yang menyebabkan yang bersangkutan dijauhi oleh lingkunganya. Hakikat dari “Defamation” itu adalah perusakan terhadap reputasi atau privasi seseorang bukan disebabkan karena berita itu tidak benar. Masalah defamation ini perlu memperoleh perhatian karena intensitasnya akan lebih meningkat dan semakin canggih dengan menggunakan media Internet.




Referensi Buku
Lantip Diat Prasojo dan Riyanto. 2011. Teknologi Informasi Pendidikan. Gava Media : Yogyakarta.
John Preston, Sally Preston dan Robert L. Ferrett. 2007. Komputer dan Masyarakat. ANDI : Yogyakarta.
Tatminingsih. 2014. Dampak internet terhadap perkembangan perilaku anak . 31 Maret 2014.
Viannggoro. 2010. Pengaruh Internet Terhadap Perkembangan Remaja. 10 Juni 2010.
http: // Kegunaan dan Dampak Internet Bagi Pelajar . Gegen Kill - Academia.edu.htm.
Tracy L. 1997. Sahabat Internet. ITB : Bandung.





[1] Lantip Diat Prasojo dan Riyanto. 2011. Teknologi Informasi Pendidikan. Gava Media : Yogyakarta. Hal 178.
[2] John Preston, Sally Preston dan Robert L. Ferrett. 2007. Komputer dan Masyarakat. ANDI : Yogyakarta. Hal 35.
[3] Tatminingsih. 2014. Dampak internet terhadap perkembangan perilaku anak . 31 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar